Dienstag, 13. Februar 2018

Tugas Teks Negoisasi Nailaaz

Posted by Unknown  |  at  Februar 13, 2018

TEKS NEGOSIASI BESERTA  STRUKTURNYA

TEKS NEGOSIASI BESERTA STRUKTURNYA - TILANG
Suatu hari di jalan raya, seorang polisi menilang pengendara motor yang tidak mengenakan helm.
Pembukaan
Polisi: (meniup peluit prit....prit...) Menepi mas, menepi
Pengendara : (menepi) Ada apa ya pak?
isi
Polisi: Maaf mas, itu masnya nggak pakai helm
Pengendara: Astagfirulloh, maaf pak. Saya lupa, ini tadi buru-buru soalnya, mau ujan.
Polisi: Masnya punya SIM?
Pengendara: Punya pak
Polisi: Surat kendaraan lengkap?
Pengendara: Lengkap pak
Polisi: Boleh saya periksa?
Pengendara: Bisa sih pak, tapi saya buru-buru ini
Polisi: Maaf mas, tapi ini kewajiban saya
Pengendara: Ini SIMdan STNK
Polisi: Yak, lengkap mas. Tapi mohon maaf masnya saya tilang karena tidak memakai helm di jalan raya
Pengendara: Waduh pak, maaf. Ini karena saya terburu-buru kalau damai aja gimana pak?
Polisi: Damai bagaimana maksudnyamas?
Pengendara: Ya saya bayar tilang disini
Polisi: Mohon maaf mas, sekarang pembayaran tilang hanya bisa lewat ATM, gampang dan cepat kok mas, masnya tinggal transfer ke nomer rekening ini, lalu nanti bukti transfer diserahkan ke saya. Saya tugas di pos perempatan itu sampai jam 12 mas. Kalaupun saya sedang tidak ada di pos, nanti bisa lewat rekan saya. Sementara itu SIM saya tahan dulu mas, ngambilnya dipos jaga.
Pengendara: Masa nggak bisa pak, bayar ke bapak saya juga nggak keberatan kok
Polisi: Maaf mas, saya tidak berwenang untuk itu.
Pengendara: Yasudah pak,saya pasrah saja
Polisi: Ini surat tilang untuk masnya, setelah transfer nanti silahkan ke pos jaga ambil SIM punya masnya
Pengendara: Tapi nanti kalau saya ketilang lagi gimana pak?
Polisi: Ya makanya jangan lupa pake helm
Penutup
Pengendara: Ya sudah deh pak, saya ke kampus dulu, lalu ke pos polisi menemui bapak
Polisi: Baik mas,sekali lagi maaf, dan saya tunggu di pos jaga
Pengendara: permisi pak
TEKS NEGOSIASI JUAL BELI BARANG – KABEL
Disebuah toko elektronik
Orientasi
Penjual: Mari mas, ada yang bisa saya bantu?
Permintaan
Pembeli: Ada dong mbak, disini jual kabel nggak ya?
Penjual: Kabel yang kayak apa ya mas?
Pembeli: Kabel hitam lurus kayak rambut mbaknya ini lho
Penjual: Hahaha, bisa aja masnya ini. Kabel yang gimana? Nanti saya cariin.
Pembeli: Kabel ukuran 1,5 100 meter, kabel ukuran 2,75 50 meter
Penjual: Merek apa mas?
Pembeli: Yang bagus apa ya mbak?
Penjual: Biasanya yang dicari banyak orang itu eterna mas, murah, bagus.
Pembeli: Coba mbak lihat barangnya boleh?
Penjual: Kabelnya kan mas? Bentar ya, saya ambilkan dulu
Pemenuhan
Penjual: Mas, inikabelnya yang tersedia tinggal yang panjangnya 50 meter-an, yang 100 meter kosong. Ada sih yang langsung 100 meter tapiwarna putih. Gimana mas?
Pembeli: Wah, putih kayak kulit mbaknya dong, Hahaha. Yang item aja mbak, 50meter-an nggak apa-apa
Penjual: Berarti kabel eterna ukuran 1,5 panjangnya 2 x 50 meter sama ukuran 2,75 50meter ya mas?
Pembeli: Iya mbak, oh iya lupa. Itu harganya berapa yambak?
Penjual: Bentar mas taklihat dulu, iniyang ukuran 15,50 per meternya 350 ribu mas,terus yang 2,75 per meternya 550 ribu, jadi totalnya 1.300.000 mas.
Penawaran
Pembeli: Wah, mahal juga ya. Nggak bisa kurang mbak?
Penjual: Ini sudah murah mas, toko lain gak segini harganya.
Pembeli: Masak nggak ada potongan mbak? Kalau ada besok saya belanja kesini lagi deh.
Penjual: Buat pasang dimana mas?
Pembeli:Itu lho proyek pembangunan kantor diujung jalan sana.
Penjual: Bentar yamas, taktanya si bos dulu, siapatahu kalau buat proyek ada bonus buat masnya kalau belanja disini.
Pembeli: Asik, ditunggu mbak.
Penjual: Ada mas, tapi nggak banyak. Harganya tetap segitu, terus buat masnya 70 ribu. Gimana mas?
Persetujuan
Pembeli: Siap mbak, saya ambil. Pakainota ya mbak.
Penjual: Iya mas, tunggu bentarya.
Pembelian
Pembeli : 1.300.000 ya mbak, inimbak uangnya.
Penjual: Maaf saya hitung sebentar ya mas. Sip, uangnya pas ya mas. Terus ini notanya, lunas, sama ini bonus buat masnya.
Penutup
Pembeli: Siap, terima kasih banyak ya mbak.
Penjual: Sama-sama mas, kalau besok-besok belanjanya lebih banyak lagi bonusnya juga banyak lho mas kata si bos.
Pembeli: Siap mbak, besok-besok masihada yang harus dibeli kok. Terimakasih mbak.

Teks negosiasi jual beli di pasar – daging
Di sebuah pasar tradisional, Bu Heri mau membeli daging di salah satu lapak langganannya
Orientasi
Penjual: Selamat pagi Bu Heri, wah sudah belanja macem-macem ini.
Bu Heri : Iya nih pak, mau ada arisan nanti sore, jadi rencananya masak agak banyak hari ini.
Penjual: Ini kebetulan dagingnya segar-segar Bu, baru sampai subuh tadi, belum kena freezer, Ibu Heri mau daging apa? Kambing apa sapi?
Permintaan
Bu Heri : Sapi aja lah pak, nggak berani makan kambing, bapak lagi naik tensinya. Bisa jadi gawat kalau makan daging kambing
Penjual: Oh,tensinya sering naik to buk? Kalau saya tiap hari makan daging kalau nggak sapi ya kambing. Sejauh ini tensi saya aman bu, tapiya itu, rajin makan ketimun,melon, semangka, apel, kangkung, hahaha, biar seimbang bu. Sama banyak minum air putih dan terpenting itu harus ikhlas bu.
Bu Heri : Ikhlas bagaimana pak?
Penjual: Ya kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti kan adem ayem aja, jadi tensinya nggak bakalan naik, hahaha.
Bu Heri: Betul juga bapak ini.
Penjual: Nah, ibu silahkan pilih, mau bagian mana? Paha? Iga?
Bu Heri: Kalau paha sekilonya berapa pak?
Penjual: Masih sama bu kayak kemarin, 110 ribu
Bu Heri: Kalau iga?
Penjual: Buat Bu Heri tak diskon aja deh, 105 ribu untuk 1 kg iga.
Penawaran
Bu Heri: kalau begitusaya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg. Tapi harganya mbok jangan segitu pak, belanjaan saya pas banyak ini lho.
Penjual: Hahaha, ya sudah. Khusus buat ibu nanti semuanya tak kasih harga 210ribu saja.
Bu Heri: Hehehe, tambah bonus tulang dong pak, buat bikin kaldu.
Persetujuan
Penjual: Siap Bu Heri. Pokoknya beres. (penjual daging itu mulai menyiapkan pesanan Bu Heri)
Bu Heri: Terimakasih pak.
Pembelian
Penjual: Ini bu, sudah siap. Tak pisah jadi dua ya buk, yang ini iga sama tulang, yang ini paha. Semua 210 ribu.
Bu Heri : Sip , ini pak uangnya.
Penjual: Uangnya 250ribu, ibu nggak punya uang pas?
Bu Heri: Wah, habis pak buat beli cabe tadi. Lha gimana pak? Nggak ada kembaliannya ya?
Penjual: Iya ini dari tadi yang beli pake uang besar semua. Gini aja bu, 200 ribu dulu aja,yang 10 ribu besok aja kalau pas ibu belanja kesini lagi.
Bu Heri: Oh ya, yasudah kalau begitu, yang 10 ribu tak kasih besok ya pak.
Penutup
Penjual: Ya buk, gampanglah. Hahaha.
Bu Heri: Ini terimakasih ya pak, saya tak langsungan dulu.
Penjual: Ya bu,trimakasih banyak. Salam buat Pak Heri
Bu Heri: Ya pak, mari...
Penjual: Mari Bu...

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

1 Kommentar:

Powered By Blogger

Dieses Blog durchsuchen

Powered by Blogger.
back to top